Jakarta - Perusahaan Umum Daerah Air Minum Jaya atau PAM Jaya (Perseroda) menggandeng PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk (WIKA Gedung) dan PT Jaya Kirana Sakti (JKS) yang melakukan Kerja Sama Operasi (KSO) untuk pembangunan Gedung Sentra Pelayanan Perusahaan di Pejompongan, Jakarta Pusat.
Adapun nilai proyek dari gedung seluas 18.853,80 meter persegi tersebut mencapai Rp259 miliar. Tahapan groundbreaking tanda dimulainya pembangunan proyek tersebut turut disaksikan oleh Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, Ketua DPRD DKI Jakarta Khoirudin, Ketua Komisi B DPRD DKI Jakarta Nova Paloh, dan Direktur Utama PAM Jaya Arief Nasrudin pada Kamis, 8 Januari 2026.
Adapun bekas Gedung Meter PAM Jaya ini didesain modern, menjulang setinggi 11 lantai, dilengkapi parkiran dan satu basement. Di dalam Gedung Sentra Pelayanan PAM Jaya, nantinya terdapat Plaza Area, Publik Area, Sentra Layanan, Komersial, Call Center, War Room, Meeting Room, Pusat Edukasi Air, Sport Arena, Function Room, Workspace, Roof Garden hingga Utilitas.
Disebutkan, pembangunan gedung dilakukan dalam durasi kurang lebih 590 hari pembangunan dan 365 hari masa pemeliharaan.
Direktur Utama PAM Jaya Arief Nasrudin menyebutkan, pihaknya telah mengusulkan pembangunan gedung sejak tahun 2022 silam, memanfaatkan lahan yang tidak terpakai maksimal.
Ia menerangkan, nantinya lingkup lingkungan (environment) Gedung Sentra Pelayanan Perusahaan PAM Jaya akan disesuaikan dengan kebutuhan metode kerja era kekinian, bisa untuk kolaborasi dan sinergi antargenerasi agar dapat lebih optimal dalam melayani publik.
Rancangan Gedung Sentra Pelayanan PAM Jaya di Pejompongan, Jakarta Pusat. Ilustrasi: Pam Jaya.
"Jadi mungkin nanti ada co-working space-nya yang memang benar-benar cukup cozy yang membuat mereka bisa bekerja lebih maksimal. Kita namakan gedung ini temanya urban waterfalling," kata Arief saat konferensi pers groundbreaking di Pejompongan, Jakarta Pusat pada Kamis, 8 Januari 2026.
"Gedung ini di dalamnya akan ada pusat edukasi air dan ini pertama di Indonesia," ucapnya menambahkan.
Kepada Gubernur Pramono, Arief melaporkan bahwasannya saat ini PAM Jaya memiliki sekitar 1.860 pegawai. Di sisi bersamaan, pihaknya terus bergerak membuka lapangan pekerjaan yang cukup masif. Tahun 2025 kemarin, Managament Trainee (MT) program berjalan dengan baik.
"MT program juga terus berjalan sebagai success and plan dan secara statistik, populasi kita Gen Z-nya itu sudah 30-40%," ujar Arief.
Target Aliri Penuh Jakarta 2029
Arief Nasrudin menargetkan pada tahun 2029 mendatang pemenuhan akses air bersih untuk warga Jakarta sudah tercapai.
"Insya Allah mudah-mudahan nanti akan kita lanjutkan bekerja keras kita untuk cepat melayani menyelesaikan pelayanan 100 persen di tahun 2029," katanya.
Groundbreaking pembangunan Gedung Sentra Pelayanan PAM Jaya di Pejompongan, Jakarta Pusat pada Kamis, 8 Januari 2026. Foto: Morteza Syariati Albanna.
Ia mengungkapkan, tahun 2025 kemarin progres pemenuhan air bersih sudah menyentuh 80,5 persen. Tahun 2026, PAM Jaya menargetkan 450.000 sambungan atau mencapai 1.000 kilometer.
Arief menekankan, layanan air bersih untuk rakyat sudah menjadi fundamental yang harus segera diselesaikan.
"Saat ini pipa PAM Jaya itu sudah 12.800 kilometer. Area cakupannya itu tinggal sedikit lagi. Ini semangat kami. Mudah-mudahan bisa di 90 persen. Kita siap melambung untuk membuat pergerakan yang lebih masif tentang air," ucapnya.
Arief menerangkan, PAM Jaya dalam hal ini bukan menyedot air tanah. Melainkan, melakukan pengolahan air sungai dengan metode khusus termutakhir. Menurut dia hal ini perlu disosialisasikan.
"PAM Jaya itu orang tahunya eksplorasi air tanah. Kita pakai air sungai. Permukaan sungai yang itu kemudian kita olah. Itu kenapa nantinya museum air itu menjadi sangat penting," ujarnya.
PAM Jaya saat ini mengalirkan air sampai ke Balai Kota Jakarta dan Istana Presiden. Arief menegaskan, Perusahaan telah melakukan reborn di tahun 2023 dan trennya semakin baik.
Maka itu, ia perlu mengapresiasi pihak-pihak yang sudah berjuang untuk kemajuan perusahaan.
"Saya bangga dengan tim yang luar biasa. Karena mereka-mereka lah yang ada di lapangan. Mereka-mereka yang bekerja keras tanpa lelah 24 jam, karena itu bagian dari keikhlasan dan ibadah kita," kata Arief Nasrudin.